Sunday, January 25, 2009

Tifatul & Rizal Ramli Jadi Tersangka, Ciri Politik Khas Orba

Sabtu, 17 Januari 2009 - 17:56 wibMardanih - Okezone TEXT SIZE : JAKARTA - Dijadikannya Ketua Komite Bangkit Indonesia Rizal Ramli dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring sebagai tersangka, merupakan salah satu ciri manuver pembungkaman politik khas orde baru (orba).Hal tersebut diungkap Ketua Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman dalam pesan singkat yang diterima okezone di Jakarta, Sabtu (17/1/2009).Mempertahankan kekuasaan dengan cara antidemokrasi, sangatlah merugikan dan merusak pembangunan demokrasi di Indonesia. Fadjroel mengimbau, agar masyarakat waspada dan melawan politik anti demokrasi.Karena cara politik seperti yang dilakukan terhadap Tifatul dan Rizal, dinilainya dilakukan para orang-orang yang memiliki paham orde Baru ini."Publik harus waspada dan melawan politik antidemokrasi para Orba-is ini," tegasnya. (hri) from: http://pemilu.okezone.com/read/2009/01/17/268/183683/tifatul-rizal-ramli-jadi-tersangka-ciri-politik-khas-orba

Rizal Ramli: Partai Pendukung Tambah Semangat



Sabtu, 10 Januari 2009 - 19:28 wibSita Maharani - Trijaya TEXT SIZE : Rizal Ramli (Foto: Dok okezone) YOGYAKARTA - Pascapenetapan Rizal Ramli sebagai tersangka, justru banyak partai yang akan bergabung bersamanya. Bahkan partai pendukungnya saat ini yakni PBR dan PPPI juga bertambah semangat.Hal tersebut diungkapkan Rizal di sela-sela Konvensi Nasional Capres 2009-2014 di Monumen Jogja Kembali, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (10/1/2009)."Setelah ditetapkan tersangka, pikiran orang partainya malah berkurang dan mundur. Ternyata malah tidak. Teman-teman dari Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Pengusaha Pekerja Indonesia (PPPI), malah makin semangat tuh, kemudian besok akan bergabung salah satu partai nasionalis, PNBK di Bandung, kemudian akan bergabung juga Partai Pemuda Indonesia, Jadi malah semakin kami dijadikan tersangka dagelan ini semakin banyak malah partai-partai yang ingin bergabung," ujar Rizal.Dalam kesempatan tersebut Rizal juga mengungkapkan tantangan lima tahun ke depan akan lebih sulit dibandingkan dengan 5 tahun terakhir ini. Karena untuk 4 tahun terakhir ini ekonomi dunia sedang bagus, harga komoditas juga lagi bagus, namun demikian presiden SBY dinilai belum bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi penggangguran yang berarti. "Apalagi 5 tahun yang akan datang. Karena krisis ini akan terasa sekali dampaknya tahun ini," ungkap Rizal.Rizal juga menambahkan jika kepemimpinan masih 4 L (lu lagi, lu lagi), krisis baru bisa keluar 3 sampai 4 tahun lagi. Namun Rizal menjanjikan dirinya bisa mengatasi krisis kurang dari 2 tahun. Dan dirinya yakin tetap akan mencalonkan menjadi RI 1 bukan RI 2. (mbs) from: http://pemilu.okezone.com/read/2009/01/10/268/181402/rizal-ramli-partai-pendukung-tambah-semangat

Adhie: Datang ke Mabes, Bukti Taat Hukum



Sabtu, 17 Januari 2009 - 07:39 wibNovi Muharrami - Okezone TEXT SIZE : JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menyinggung kepada nama-nama yang kini ditetapkan menjadi tersangka, bahwa seyogyanya pemimpin itu harus taat hukum. Tidak terkecuali Rizal Ramli.Juru bicara Komite Indonesia Bangkit (KIB) Adhie Massardi mengatakan, jika pernyataan wapres Jusuf Kalla meminta para tokoh yang akan maju menjadi calon presiden harus taat hukum, Rizal Ramli telah menunjukkannya."Apakah kami datang memenuhi panggilan Mabes Polri bukan sikap yang taat hukum?" ujar Adhie saat dihubungi okezone, Sabtu (17/1/2009).Tentang ketidak hadiran Rizal Ramli pada panggilan pertama, hal itu jelas karena posisi Ketua KIB tersebut ada di luar kota. itu juga, tambah Adhie, telah diinformasikan kepada Polri dan mengupayakan datang pada pemanggilan kedua.Dia menambahkan, seorang Rizal Ramli pernah menjadi pejabat negara. Seorang pejabat negara adalah orang terpilih dan mengerti batas hukum.Adhie mengungkapkan, dalam pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Mabes Polri terhadap Rizal Ramli beberapa waktu lalu, sejumlah pertanyaan yang diajukan adalah mengenai maksud dan alasan yang dilontarkan dalam seminar. "Ini sudah ada pelanggaran HAM, karena yang diadili adalah pikiran dan ini tak boleh dibiarkan," ujar Adhie.Dia menambahkan, penyampaian pikiran yang dilakukan saat mengkritisi kenaikan harga BBM saja, sudah dilaksanakan sesuai dengan asas demokrasi. Mengenai sindiran JK, dia menegaskan dalam kritik yang dilontarkan KIB terhadap pemerintah, sebenarnya bukan ditujukan kepada JK. Kritik rencana kenaikan harga BBM sendiri telah disampaikan melalui tulisan, siaran pers, wawancara, hingga menyampaikan melalui pembantu presiden."Dari awal, kami telah menyampaikan secara langsung melalui menteri dan juru bicara presiden agar menahan kenaikan harga BBM. Kami yakin harga minyak dunia pasti akan turun," kata dia.http://pemilu.okezone.com/read/2009/01/17/268/183550/adhie-datang-ke-mabes-bukti-taat-hukum

PNBK Targetkan Lima Persen Suara

Selasa, Januari 13th, 2009 BANDUNG, MINGGU — Ketua Umum Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK) Indonesia Erros Djarot menargetkan perolehan suara minimal lima persen dalam pemilu legislatif 2009. Sementara itu, soal status Rizal Ramli sebagai tersangka, Erros tidak mempermasalahkannya.“Targetnya lima persen suara. Syukur lebih dari lima persen. Kalau kurang tidak masalah karena memang ini perjuangan panjang, tapi saya yakin bisa lebih,” ujar Erros seusai mendeklarasikan diri bersama Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli sebagai Dwi Tunggal Pemimpin Perubahan di Bandung, Minggu (11/1).Deklarasi ini dihadiri tidak kurang dari 4.000 kader PNBK dari berbagai pelosok Nusantara, seperti Papua, Jawa Timur, dan Bali. Sebagian besar merupakan kader PNBK dari daerah di Jawa Barat DKI Jakarta. Mereka datang dengan mengendarai bus, mobil, dan sepeda motor. Para pendukung ini diyakini Erros mampu mendulang suara di basis massa masing-masing.Erros menjelaskan, bila nanti perolehan suara melebihi target, Rizal-Erros akan terus maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Mengenai parpol pendukung, Erros mengaku belum saatnya untuk membeberkan hal itu.Selain itu, meskipun banyak lembaga survei yang mengunggulkan capres lain, Erros tak gentar. “Dalam dunia politik terdapat fatsun yang mengatakan, dalam sehari semua bisa berubah. Kita lihat saja nanti,” paparnya.Rizal saat ini berstatus sebagai tersangka terkait unjuk rasa yang berakhir anarkis. Erros tidak mempermasalahkan itu karena yang disampaikan Rizal merupakan fakta dan kebenaran.Dalam kesempatan yang sama, Rizal menuding bahwa masalah hukum yang membelit dia merupakan konspirasi untuk menjegal langkahnya menuju RI-1. “Kita ini seperti kembali ke zaman Orde Baru. Pikiran diadili. Orang menjelaskan fakta (malah) ditangkap,” ujarnya.Disinggung tentang langkah terkait statusnya sebagai tersangka, Rizal enggan berkomentar. Dia juga belum bisa memastikan akan datang atau tidak untuk memenuhi panggilan Polri pada 15 Januari mendatang. “Saya dipanggil untuk diperiksa, terkait unjuk rasa tersebut. Kalau soal datang atau tidak untuk diperiksa (Polri), Saya menunggu keputusan pengacara,” ujarnya.Mohammad Hilmi Faiq http://pemilu09.blogdetik.com/tag/eros-djarot/

Dwi tunggal: Eros Djarot-Rizal Ramli


Senin, 12 Januari 2009 pukul 10:22:00BANDUNG -- Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres, Rizal Ramli-Eros Djarot. Pasangan ini bersumpah di hadapan ribuan kadernya, kalau mereka siap diberi azab bila sampai mengkhianati rakyat.Sekalipun Rizal Ramli ditetapkan sebagai tersangka, namun hal itu tidak mengurungkan niat PNBK untuk mendaulatnya sebagai capres. Malahan Ketua Umum mereka, Eros Djarot, hanya diposisikan sebagai cawapres Rizal.Rizal-Eros mengklaim dirinya sebagai pasangan pembawa perubahan di Indonesia. Mereka pun membacakan lima sumpah di hadapan ribuan kader dan simpatisan PNBK. Salah satu isi janji mereka adalah tidak mau mengkhianati rakyat, hanya memgabdi pada rakyat, serta siap diazab dan dikutuk oleh Allah SWT bila sampai berkhianat pada rakyat.Menurut Rizal, hanya 20 persen warga Indonesia yang sudah merasakan kemerdekaan. Sementara sisanya yang 80 persen, sambung dia, belum merasakan buah dari kemerdekaan yang dikumandangkan 17 Agustus 1945. Fakta tersebut, sambung Rizal, yang memotivasi untuk berjuang dalam mensejahterakan masyarakat. ''Kita harus wujudkan amanat pahlawan kita dalam mengisi kemerdekaan ini,'' ujar Rizal di Gedung Sabuga, Bandung, Ahad (11/1).Rizal menegaskan, yang dibutuhkan saat ini adalah militansi dalam memperjuangkan nasib masyarakat. PNBK, tutur dia, merupakan partai yang menjunjung tinggi ideologinya dalam memperjuangkan nasib rakyatnya.Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang 4 L (lu lagi lu lagi). Untuk itu, tegas Rizal, sudah saatnya dibutuhkan pemimpin yang membawa perubahan agar kondisi bangsa tidak 4 L (lesu lagi lesu lagi).Sementara Eros Djarot menyatakan, deklarasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengikuti mewarnai bursa capres dan cawapres. Dia menegaskan, deklarasi tersebut ditekankan untuk sebuah perubahan bagi bangsa Indonesia.Oleh karena itu, kata Eros, deklarasinya dinamakan Dwitunggal Pemimpin Perubahan. ''Tapi kalau memang rakyat menginginkannya menjadi capres, mengapa tidak,'' ujar Eros.Dalam kesempatan itu, Eros mengaku bosan untuk berkontrak politik. Menurut dia, tidak sedikit kontrak politik itu yang justru dilanggar. Setiap kali membuat kontrak politik, tambah dia, pasti berkhianat.Masih dikatakan Eros, dalam pemilu 2009, PNBK tidak akan muluk-muluk dalam menargetkan perolehan suara. Kata dia, PNBK menargetkan perolehan suara sebanyak lima persen. ''Kalau pun tidak tercapai, tidak apa-apa. Yang penting ada perubahan bangsa ini,'' tambahnya. sanhttp://www.republika.co.id/koran/0/25542.html

Eros Djarot Daftarkan PNBK Ke Depkehham



Selasa, 22 Juli 2003 16:20 WIBTEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Eros Djarot mendaftarkan partainya ke Departemen Kehakiman dan HAM, Selasa (22/7). Eros beserta rombogannya diterima langsung Ketua Tim Verifikasi Depkeh HAM, Ramly Hutabarat. Eros mengatakan, partainya yang baru berdiri selama satu tahun, sejak 25 - 27 Juli tahun lalu, telah mencakup kepengurusan di 29 provinsi. Menurut dia, ini telah melampaui ketentuan 50 persen dari kepengurusan tingkat provinsi. "Kami bertekad masuk lima besar, dan mampu melewati electoral treshold," kata dia menegaskan. PNBK sendiri asalnya memiliki kepanjangan Partai Nasional Bung Karno. Namun, UU Nomor 31 tahun 2003 tidak membolehkan penggunaan nama seseorang sebagai nama partai, maka pengrusu parai ini mengganti kepanjangannya menjadi Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Ketua Tim Verifikasi parpol Depkeh HAM, ramly Hutabarat mengatakan akan segera memeriksa segala administrasi yang diserahkan PNBK. Namun, PNBK tidak bisa ikut verifikasi tahap II yang saat ini tengah berjalan. "Mereka akan diikutka pada verifikasi tahap III," tuturnya. Verifikasi partai politik untuk mendapatkan badan hukum, tahap III akan dilaksanakan pada 1 September 2003. Dua minggu sebelumnya, tanggal 15 – 24 Agustus semua data partai yang akan diverifikasi akan dikirim ke daerah untuk melakukan cek silang. (Andi Dewanto - TNRhttp://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2003/07/22/brk,20030722-10,id.html

Eros Djarot: Masyarakat Bergabung Dengan PNBK



Sabtu, 23 Februari 2008 20:23Kapanlagi.com - Ketua umum DPP Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Indonesia, Eros Djarot, mengatakan, hasil konsolidasi ke sejumlah daerah menunjukkan banyak warga masyarakat yang langsung menyatakan bergabung dengan partainya."Mereka yang bergabung dengan PNBK Indonesia ini mengaku jenuh dengan partai-partai besar yang selama ini hanya menimbulkan kekecewaan," kata Ketua Umum DPP PNBK Indonesia, Eros di Denpasar, Sabtu.Menjelang pendeklarasian PNBK yang dihadiri sedikitnya 10.000 massa pendukung dari 33 DPD dan ratusan DPC PNBK seluruh Indonesia, ia menyebutkan masyarakat pendukung partainya terutama berada di kawasan timur dan barat.Sedangkan wilayah tengah sedang diupayakan, namun kesanggupan masyarakat untuk memenangkan PNBK dalam pemilu mendatang sudah mulai terlihat cukup bagus."Target kami untuk meraih 25 kursi di DPR RI atau lima hingga tiga persen suara nasional optimis bisa diraup," ujar ujar Eros didampingi Ketua DPD PNBK Bali I Wayan Sueca ST.Parati dengan nama tambahan menjadi "PNBK Indonesia" ini dalam Pemilu 2009 menginginkan adanya perubahan untuk kemajuan, disamping perubahan pimpinan.Dalam melakukan perubahan, bidang ekonomi misalnya, harus berani menghentikan satu kebijakan yang telah membumi pada kultur bangsa seperti dalam bidang perikanan dan kelautan."Kita harus berani mengembangkan ekonomi kerakyatan dalam artian bukan ketakutan seperti halnya ekonomi kaum sosialis kiri, namun sistem ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan aturan dan kultur bangsa Indonesia serta cita-cita kemerdekaan," ujarnya.Sistem ekonomi kerakyatan tersebut selanjutnya dirumuskan secara baik oleh para ahli ekonomi. Dengan cara itu Indonesia tidak perlu takut terhadap IMF, bank dunia atau "pemilik" dunia seperti Amerika Serikat dan Eropa barat."Indonesia harus punya harga diri sebagai bangsa, sesuai tema yang diangkat dalam deklarasi partai ini 'Harga Diri Bangsa'," ujar Eros yang dalam kunjungan ke Bali disertai seluruh pengurus DPP.Indonesia yang tidak punya harga diri kondisinya seperti sekarang ini. Bangsa ini awalnya kehilangan jati diri, kemudian menjadi tidak punya harga diri.PNBK tampil dengan tawaran-tawaran yang lebih profesional ke depan guna mengembalikan kebanggaan sebagai orang dan bangsa Indonesia.Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu, merebut secara bersama seluruh rakyat guna memenangkan bangsa Indonesia, bukan memenangkan partai politik tertentu. (*/bun) http://www.kapanlagi.com/h/0000214761.html